Skip to main content

Kutuk


Kembali lagi dengan kami Team Ah Panas. Kami akan menjelaskan apa itu Kutuk atau Kutukan. Pernah mendengar jika ada orang yang kena kutukan? Atau seseorang menginginkan kutukan untuk orang yang menjadi lawannya? Seperti apa kutukan atau kutuk itu?

Kutukan adalah sebuah keinginan yang mengungkapkan bentuk kesengsaraan atau kemalangan yang akan menimpa sesuatu, baik orang, tempat, atau benda. Kutukan merujuk pada keinginan yang merugikan dan dapat ditimbulkan oleh kekuatan gaib, seperti mantra, doa, atau kekuatan alam. Dalam banyak kepercayaan, kutukan dianggap memiliki beberapa kekuatan yang menjadi pemicu. Untuk mengembalikan atau menghilangkan kutukan itu, sering kali memerlukan upacara.

                Kutukan ada dalam sumpah serapah. Kutukan membawa malapetaka kepada seseorang, kesusahan menimpa seseorang karena kata-kata yang diucapkan. Sumpah serapah berkaitan dengan kutuk. Betapa hebatnya kata-kata yang sembarang diucapkan dari mulut orang tua kepada anaknya sendiri. Maka, orang tua harus pandai-pandai menjaga ucapannya.

                Sumpah serapah tampak sangat mengerikan apabila ditimpakan kepada orang yang dicintai, termasuk keluarga sendiri. Banyak orang tua yang tidak menyadari hasil sumpah serapah, seringkali mereka tidak merasa bersalah. Bahkan mengatakan hal ini adalah bagian dari cara mendidik anak.
             
               Bahkan, perkataan kepada diri sendiri pun dapat mengundang terjadinya kutukan. Misalnya saja, orang sakit parah yang merasa putuh asa, dia mengatakan akan segera mati karena sakitnya. Ada pula orang yang diperingatkan tentang adanya pencuri di toko, dan dia menganggapnya sepele. Malah mengatakan biarkan saja kalau dibongkar pencuri. Keesokan harinya dia kehilangan barang dagangan.

                Bicara sembarangan bisa menjadi kenyataan. Tidak sedikit orang yang mengatakan nasibnya jelek dan berputus asa. Ada pula orang tua yang mencaci-maki anaknya sendiri dengan nada tinggi. Seperti mengatai anaknya bodoh atau pemalas. Segala macam sumpah serapah harus dihindari, karena bermuara menuju penderitaan. Tidak ada salahnya bila sedang dalam perasaan marah tetap memberi pujian, bukan kutukan.

                Di zaman kemaharajaan Sriwijaya, ada prasasti berisi kutukan, seperti prasasti Kota Kapur dan Telaga Batu. Prasasti kutukan dibuat agar pejabat mematuhi raja. Sedangkan ketika kemaharajaan Majapahit berkuasa pada masanya, prasasti kutukan pun dibuat. Prasasti kutukan itu diarahkan agar semua orang mematuhi keputusan penguasa. Majapahit masih mengeluarkan hukuman kutukan dalam sebuah kitab undang-ungang sendiri.

                Prasasti Tuhannaru dari tahun 1323 berisi sebuah kutukan untuk orang-orang yang melakukan pelanggaran hukum.

“... Dewa, Engkau harus membunuh mereka, mereka harus engkau bunuh. Jika mereka dalam perjalanan melewati ladang terbuka, semoga mereka digigit ular berbisa. Di hutan, mereka akan kehilangan arah, diserang harimau. Di air, mereka dilahap buaya, di laut mereka digigit ikan ganas. Jika mereka menuruni gunung mereka akan menabrak batu bergerigi, jatuh ke jurang berbatu, mereka akan meluncur ke bawah, hancur berkeping-keping. Jika mereka keluar saat hujan, semoga mereka disambar petir, jika mereka tinggal di rumah, mereka akan terbakar halilintar, mereka tidak akan punya waktu melihat apa yang menyambar mereka. Saat mereka berperang mereka diserang dari kiri, dari kanan, semoga kepala mereka terbelah, dada mereka robek, perut mereka sobek hingga ususnya terburai, otak mereka dijilat, darah mereka diminum, dagingnya dilahap, hingga kematian menjemputnya. Mereka akan dibawa ke neraka Rorawa, dan jika mereka lahir kembali, itu dalam keadaan buruk. Itu yang akan terjadi pada mereka yang berbuat jahat...”

                Selain prasasti Tuhannaru, prasasti lain pun berisi kutukan, antara lain Prasasti Waringin Pitu, Prasasti Cangu, dan Prasasti Kudadu.

Comments

Popular posts from this blog

Ada Apa Dengan 18 April 2020??

Jagat maya dihebohkan dengan rumornya akan ada kejadian di tanggal 18 April 2020. Yah, di tanggal itulah akan ada kerusuhan yang dibuat oleh sekelompok yang mengaku manusia dengan nama ANARKO. Itu siapanya ANARKI? dan rencana mereka itu sudah terendus oleh pihak kepolisian. Rencananya kerusuhan ini akan berlangsung di pulau Jawa. Kenapa harus di pulau Jawa sih? Kalo mau mencari yang kaya, noh di pulau Kalimantan juga pada kaya. Rumor ini tentunya membuat panik masyarakat, mau pindah pulau pun percuma. Lagi pandemik Corona gini siapa yang mau terima? dan tentu saja ujung-ujung dari rumor ini sudah bisa ditebak. Apaan coba? tebak saja Kalau sebagian dari kalian menebak rencana ini menumbuhkan opini terhadap kepercayaan masyarakat ke pemerintah pusat yang seolah tidak mampu lagi menciptakan keamanan serta menjaga stabilitas ekonomi negara ini, kalian tidak salah tetapi tidak sepenuhnya benar. Dan tentu saja ujung-ujungnya adalah demo kepada pemerintahan pusat yang sah dengan berkali-kal

Mata Uang di Dunia Gaib

  Membayar dengan daun, itulah peristiwa yang terjadi dalam perniagaan yang dilakukan oleh manusia sejak puluhan tahun silam. Daun-daun itu sebenarnya hanya potongan-potongan kertas bergambar, yang dibubuhi dengan tulisan angka-angka untuk menunjukkan nilainya. Sesungguhnya itu hanyalah tipu daya belaka. Perlahan namun pasti, nilai uang itu terkikis, semakin tidak ada harganya. Kertas-kertas itu pun akan berhamburan seperti daun-daun yang gugur dari pohon. Daun-daun terus tumbuh semakin banyak, semua pohon menumbuhkan dedaunan, kemudian daun-daun itu akan berguguran. Maka, daun-daun muda akan bermunculan, sedangkan daun-daun yang berguguran itu akan disapu lalu disingkirkan. Semakin banyak daun yang gugur, maka semakin banyak yang harus disapu. Itulah perumpanaan untuk uang kertas, semakin lama semakin tidak ada harganya. Sungguh aneh tapi nyata, tak terbayangkan, sudah banyak manusia rela mempertaruhkan nyawa, kehormatan, dan harga diri untuk memperebutkan daun-daun itu. Daun yang sat

Jual Umur

  Pesugihan Jual Umur merupakan bentuk pesugihan yang menjual umur pelakunya sendiri kepada sosok penguasa gaib. Menumbalkan umur diri sendiri untuk ditukar dengan harta kekayaan. Sesungguhnya pesugihan jual umur tidak semudah yang dibayangkan orang. Pelaku harus memantapkan hati dan pasrah kepada penguasa gaib, tanpa ragu, dan tanpa memikirkan siapapun. Pesugihan macam ini tidak berbahaya bagi orang selain pelakunya sendiri. Pesugihan ini adalah pesugihan paling mahal diantara pesugihan lainnya. Saat hendak melakukan perjanjian, si pelaku dan penguasa gaib melakukan tawar-menawar. Seringkali si pelaku didampingi oleh dukun yang berperan sebagai juru kunci. Konon katanya, pelaku pesugihan macam ini adalah orang-orang yang sedang dalam keputus-asaan. Mereka memilih cara ini untuk menyudahi hidupnya daripada melakukan bunuh diri. Menukar umur dengan harta, sedangkan orang lain berusaha dengan segala cara untuk menambah jatah hidupnya. Umur adalah harta yang paling berharga bagi m