Skip to main content

Sihir Uang Kertas


" Masa sekarang ini kita hidup dalam tipu daya, penuh kepalsuan, terlena dalam kekayaan semu. Hampir semua orang mempertaruhkan nyawa demi tumpukan kertas bergambar yang dibubuhi dengan deretan angka-angka. Mereka akan bersedih, marah hingga kecewa apabila kehilangan kertas-kertas bergambar itu, entah karena koyak, terbakar, atau dicuri."

                Begitulah tipu daya uang kertas. Tipu daya yang memuakkan. Harga-harga barang naik tidak terkendali, namun itu adalah kepalsuan. Sesungguhnya uang kertas itu tidak bernilai, harganya semakin merosot, perlahan tapi pasti hanya akan menjadi kertas bekas.

                Sesungguhnya, emas dan perak sudah menjadi mata uang tunggal dunia sejak beribu-ribu tahun silam. Dahulu kala, mulanya, orang-orang melakukan perniagaan dengan cara tukar-menukar barang. Seseorang menawarkan barang yang dia miliki kepada yang membutuhkan untuk ditukar dengan barang yang dia butuhkan. Namun, ujung-ujungnya, nilai suatu barang menjadi tidak seimbang. Maka sejak saat itu, uang mulai diperkenalkan.

                 Uang mengalami perubahan dari masa ke masa. Pada mulanya benda-benda tertentu yang dianggap berharga dapat dijadikan uang. Misalnya, batu berharga, kulit kerang, dan lain-lain. Kemudian semua orang menggunakan logam mulia, emas dan perak. Itulah uang sesungguhnya.

                Namun, semuanya berubah setelah uang kertas menyebar. Awalnya, seseorang yang memiliki banyak uang ingin mengamankan uangnya dari pencuri, maka dia akan menitipkannya kepada seorang pandai emas. Orang itu memiliki peti yang kuat dan lapak untuk penukarannya. Dia membuat perjanjian penitipan uang, tentu saja pemilik uang boleh mengambilnya kapan saja saat dia butuhkan. Setiap orang yang menitipkan uangnya akan mendapatkan lembaran kertas sebagai tanda bukti kepemilikan jumlah uang yang dititipkan.

                Kemudian, banyak orang yang lalai menukar kembali kertas itu untuk mengambil uang. Mereka justru menggunakannya sebagai pengganti uang. Ketika si bangker mencoba berbuat curang dengan cara mencetak kertas-kertas baru seenak perutnya dan meminjamkannya kepada orang-orang yang sedang tidak punya uang. Tentu saja ada bunga di pinjaman itu, dengan cara itulah banker memeras orang.

                Uang kertas bisa dicetak sebanyak-banyaknya, sedangkan logam mulia harus dicari di pertambangan, lalu dicetak. Uang kertas yang terlalu banyak beredar membuatnya semakin tidak berharga. Membuat harga-harga barang seolah terus naik dari tahun ke tahun. Dengan harga yang sama pun, jumlah makanan yang bisa dibeli semakin berkurang. Tipu daya ini sungguh mengerikan. Orang harus bekerja untuk biaya hidup, namun upah mereka terus berkurang karena kemerosotan nilai uang kertas. Hanya penguasa uang kertas saja yang menikmati kekayaan. Tabungan orang di bank bisa saja dibekukan kapan pun, sehingga dia mendadak miskin.

                Dan kini, perlahan tapi pasti, ada segelintir orang yang ingin mengurangi jumlah uang kertas setelah uang kertas menggantikan logam mulia. Mereka menginginkan orang-orang menggunakan uang elektronik atau uang digital. Sebenarnya keberadaan uang elektronik dan uang digital cukup untuk belanja online saja. Namun, kaum itu ingin uang digital dipakai di segala urusan keuangan. Mereka akan mendapatkan kekayaan dengan instant, cukup dengan menuliskan sejumlah saldo di rekening mereka sendiri. Sedangkan orang lain akan dibuat miskin dengan instant pula, cukup dengan menutup rekening secara sepihak.

                Mereka ingin mengendalikan dunia dengan segala cara. Kaum itu disebut elit global, mereka merasa menjadi penguasa dunia. Siapapun rajanya, mereka merasa berhak dan merasa lebih berkuasa dari para raja. Mereka menghalalkan segala cara, baik atau jahat, semua dilakukan. Mulai dari melakukan pemaksaan mata uang, sampai mengadu domba para raja mereka lakukan. Dimana Negara sedang merugi, mereka mendatangi rajanya untuk menawarkan pinjaman uang, tentu saja dengan bunga yang memeras. Dengan begitu, mereka merasa sudah membeli negara, raja, dan penduduknya. Mulailah ikut campur membuat hukum, memaksakan kehendaknya. Sumber uang mereka adalah hampa, hanya kertas bergambar.

                Para ilmuwan pun tidak luput menjadi korban para elit global. Dimana ada penemuan yang tidak dapat mereka kendalikan untuk dijual, maka tidak segan mengirim seorang pembunuh untuk melenyapkan ilmuwan itu. Mereka pun memaksa ilmuwan untuk membuat penyakit rekayasa, tentu saja obatnya disimpan untuk dijual dengan harga yang cukup memeras.

                Kembali lagi ke urusan uang digital, mereka ingin menguasai semua orang di muka bumi. Memata-matai catatan belanja orang lain, memantau kegiatan semua orang. Apabila ada yang dibenci, mereka tidak segan-segan untuk menyingkirkannya dengan cara apapun.

                Yang dapat kita lakukan hanyalah kembali menggunakan logam mulia, memperlakukan uang kertas hanya sebagai surat hutang yang harus segera ditukar, dan uang digital hanya sekedar alat untuk mempermudah jual beli di internet. Membatasi penggunaan uang selain emas dan perak adalah cara terbaik. Kita tidak akan bisa dibuat miskin dengan cara yang mudah.

Comments

Popular posts from this blog

Judi

               Apa yang pertama kali terlintas di pikiranmu saat mendengar atau membaca kata JUDI?? Bermacam-macam pastinya, ada yang bilang haram, ada yang bilang seru, ada yang bilang permainan saja, dan sebagainya. Tetapi apakah kalian tahu asal usul Judi itu seperti apa dan bagaimana perkembangan Judi dari masa ke masa. Judi merupakan permainan dimana pemain bertaruh untuk memilih salah satu diantara beberapa pilihan. Jika memilih pilihan yang benar, dia menjadi pemenang. Pemain yang kalah harus memberikan taruhannya kepada pemenang. Jumlah taruhan dan peraturan ditentukan sebelum permainan dimulai.                 Undian bisa saja dipandang sebagai salah satu bentuk judi. Dimana aturan mainnya ditentukan melalui pemilihan acak. Contohnya adalah seseorang membeli sepotong kertas yang diberi angka. Deretan angka-angka itu ditarik secara acak dan dicocokkan dengan angka milik seseorang. Apabila cocok, pemilik angka itu mendapatkan hadiah.                 Sejak dahulu sudah ad

Pesugihan Hitam

Kembali lagi dengan kami Team Ah Panas. Team Independent yang mengulas tentang dunia Supranatural 101. Berikutnya kami akan bahas tentang Pesugihan Hitam. Diantara kalian semua tentunya sudah mengetahui apa itu pesugihan, dan banyak diantara kalian yang melakukan pesugihan tersebut. Efek dari pesugihan itu sangat bahaya jika kita tidak hati-hati. Pesugihan adalah cara untuk memperoleh kekayaan dalam waktu yang lebih singkat. Pesugihan sendiri dibagi menjadi dua macam, pesugihan putih dan pesugihan hitam. Pembagian ini dibuat berdasarkan tata cara untuk mendapatkan kekayaan. Pesugihan Putih adalah pesugihan dengan cara yang baik, sedangkan Pesugihan Hitam dengan cara yang buruk. Pesugihan sendiri berasal dari bahasa Jawa, Sugih yang artinya Kaya.                 Pesugihan sudah ada sejak dahulu. Pesugihan Hitam kerap dikaitkan dengan makhluk halus yang menuntut pengorbanan, imbalan, serta tumbal. Banyak orang-orang keliru, ingin mengubah nasib dengan cara melakukan pesugihan.