Skip to main content

Dukun Pesugihan

 

                Pesugihan adalah sarana untuk memperoleh kekayaan dalam waktu singkat. Pelaku pesugihan tetap harus bekerja dan mengatur keuangan untuk memperoleh kekayaan. Setiap orang memiliki pesugihan masing-masing. Akan tetapi, sebagian orang yang putus asa mencari pesugihan hitam untuk memperoleh kekayaan seketika. Contohnya mencari dukun yang dapat mendatangkan kekayaan dalam waktu singkat.

                Namun, sebagian orang menganggap ini hanyalah penipuan. Misalnya saja, di zaman sekarang ini ada yang disebut dukun pengganda uang. Tentu saja itu hanyalah dusta. Kalau dia bisa menggandakan uang, mengapa dia tidak menggunakan kemampuannya untuk memperkaya diri sendiri. Begitulah pertanyaan di benak orang-orang. Dukun pengganda dituduh sebagai dukun palsu.

                Sedangkan dukun pesugihan memang benar adanya. Sang dukun hanya menjadi perantara, mempertemukan calon pelaku dengan makhluk halus yang kaya raya. Ada berbagai macam pesugihan yang melibatkan makhluk halus, seperti tidur dengan Blorong, kawin dengan Jin, Sate Gagak, Babi Ngepet, memelihara Tuyul, jual musuh, jual jiwa, dan lain-lain.

                Dukun pesugihan hanya membantu si pelaku untuk meminta kekayaan, Dukun itu mendapatkan uang dari mahar yang diberikan. Itu pun sudah dipotong dengan biaya pembuatan sesajen dan upacara. Tentu saja dukun itu tidak akan menggunakan pesugihan hitam untuk dirinya sendiri. Karena mereka mengetahui apa saja yang akan terjadi apabila memperkaya diri dengan jalan pesugihan hitam. Pesugihan semacam ini seringkali meminta pengorbanan. Ada yang mengorbankan binatang, ada pula yang mengorbankan manusia, bahkan mengorbankan orang terdekat. Apabila melanggar perjanjian, di pelaku yang akan menjadi korban makhluk halus. Entah perjanjian macam apa yang pernah dibuat oleh dukun dengan sesosok makhluk halus, sampai dia mau saja mempertemukan para pencari pesugihan dan menjatuhkan lebih banyak korban.

                Biasanya apabila ada orang meminta pesugihan hitam, sang dukun akan meminta orang itu untuk mempertimbangkan keinginannya. Apabila orang itu bersikukuh, mau tidak mau, sang dukun tetap melayaninya. Jangan samakan perjanjian makhluk halus dengan perjanjian manusia. Makhluk halus sangat memegang janji, apabila ada pelanggaran, mereka tidak segan-segan untuk mengingatkan dengan cara apapun.

                Dukun pesugihan tidak akan mau terikat dengan perjanjian lagi. Dia tidak akan rela keluarga, kawan, atau dirinya menjadi tumbal pesugihan. Karena itulah dukun pesugihan tidak memiliki kekayaan seperti orang-orang yang datang kepadanya. Kekayaan seperti itu harus dibayar dengan harga yang  terlalu mahal. Yaitu kehilangan orang-orang terdekat. Dia tidak ingin mengalami penderitaan seperti orang-orang yang menjadi tumbal pesugihan. Maka, para dukun pesugihan hanya mengumpulkan uang dari imbalan orang-orang yang menggunakan jasanya.

               

               

Comments

Popular posts from this blog

Ada Apa Dengan 18 April 2020??

Jagat maya dihebohkan dengan rumornya akan ada kejadian di tanggal 18 April 2020. Yah, di tanggal itulah akan ada kerusuhan yang dibuat oleh sekelompok yang mengaku manusia dengan nama ANARKO. Itu siapanya ANARKI? dan rencana mereka itu sudah terendus oleh pihak kepolisian. Rencananya kerusuhan ini akan berlangsung di pulau Jawa. Kenapa harus di pulau Jawa sih? Kalo mau mencari yang kaya, noh di pulau Kalimantan juga pada kaya. Rumor ini tentunya membuat panik masyarakat, mau pindah pulau pun percuma. Lagi pandemik Corona gini siapa yang mau terima? dan tentu saja ujung-ujung dari rumor ini sudah bisa ditebak. Apaan coba? tebak saja Kalau sebagian dari kalian menebak rencana ini menumbuhkan opini terhadap kepercayaan masyarakat ke pemerintah pusat yang seolah tidak mampu lagi menciptakan keamanan serta menjaga stabilitas ekonomi negara ini, kalian tidak salah tetapi tidak sepenuhnya benar. Dan tentu saja ujung-ujungnya adalah demo kepada pemerintahan pusat yang sah dengan berkali-kal

Mata Uang di Dunia Gaib

  Membayar dengan daun, itulah peristiwa yang terjadi dalam perniagaan yang dilakukan oleh manusia sejak puluhan tahun silam. Daun-daun itu sebenarnya hanya potongan-potongan kertas bergambar, yang dibubuhi dengan tulisan angka-angka untuk menunjukkan nilainya. Sesungguhnya itu hanyalah tipu daya belaka. Perlahan namun pasti, nilai uang itu terkikis, semakin tidak ada harganya. Kertas-kertas itu pun akan berhamburan seperti daun-daun yang gugur dari pohon. Daun-daun terus tumbuh semakin banyak, semua pohon menumbuhkan dedaunan, kemudian daun-daun itu akan berguguran. Maka, daun-daun muda akan bermunculan, sedangkan daun-daun yang berguguran itu akan disapu lalu disingkirkan. Semakin banyak daun yang gugur, maka semakin banyak yang harus disapu. Itulah perumpanaan untuk uang kertas, semakin lama semakin tidak ada harganya. Sungguh aneh tapi nyata, tak terbayangkan, sudah banyak manusia rela mempertaruhkan nyawa, kehormatan, dan harga diri untuk memperebutkan daun-daun itu. Daun yang sat

Jual Umur

  Pesugihan Jual Umur merupakan bentuk pesugihan yang menjual umur pelakunya sendiri kepada sosok penguasa gaib. Menumbalkan umur diri sendiri untuk ditukar dengan harta kekayaan. Sesungguhnya pesugihan jual umur tidak semudah yang dibayangkan orang. Pelaku harus memantapkan hati dan pasrah kepada penguasa gaib, tanpa ragu, dan tanpa memikirkan siapapun. Pesugihan macam ini tidak berbahaya bagi orang selain pelakunya sendiri. Pesugihan ini adalah pesugihan paling mahal diantara pesugihan lainnya. Saat hendak melakukan perjanjian, si pelaku dan penguasa gaib melakukan tawar-menawar. Seringkali si pelaku didampingi oleh dukun yang berperan sebagai juru kunci. Konon katanya, pelaku pesugihan macam ini adalah orang-orang yang sedang dalam keputus-asaan. Mereka memilih cara ini untuk menyudahi hidupnya daripada melakukan bunuh diri. Menukar umur dengan harta, sedangkan orang lain berusaha dengan segala cara untuk menambah jatah hidupnya. Umur adalah harta yang paling berharga bagi m