Skip to main content

Dusun Karang Kenek

            Sejak tahun 1980, Dusun Karang Kenek hanya memiliki 26 kepala keluarga, tidak pernah bertambah atau berkurang. Namun itulah kenyataan yang terjadi. Menurut kepercayaan di sana, apabila jumlah penduduk melebihi 26 kepala keluarga, maka warga baru itu tidak akan lama tinggal di sana, entah karena kematian atau merasa tidak betah. Hasilnya, selama puluhan tahun, di dusun ini hanya ada 26 Kepala Keluarga.

                Menurut warga dan sesepuh, jumlah kepala keluarga yang tidak pernah berubah terjadi karena kutukan. Dahulu kala di dusun ini hanya ada dua rumah. Tapi keturunan pemilik rumah tidak mau menempatinya. Rumah itu pernah dipindahkan, tapi pemiliknya malah jadi gila dan menuntut rumahnya dikembalikan ke tempat semula. Keadaan dusun Karang Kenek tidak lepas dari keberadaan kuburan yang dipercaya oleh warga sebagai orang pertama yang membabat tanah dan mendirikan dusun tersebut.

            Cerita lain mengatakan, Dahulu dusun ini hanya ditempati oleh dua keluarga dan mereka tinggal dalam satu rumah. Kemudian keturunan dari salah satu keluarga itu diberitakan tidak ingin pindah dari Karang Kenek. Kemudian Pada suatu hari, ada peristiwa aneh yang terjadi di rumah yang ditempati keturunan keluarga tersebut. Tiba-tiba tanpa alasan yang yang jelas, seluruh penghuni rumah itu menjadi gila. Lalu raga mereka dikuburkan di tanah yang ada di Dusun Karang Kenek sendiri. Sejak saat itulah warga dusun ini percaya bahwa kuburan itu yang memberi kutukan kepada dusun ini.

                Apabila ada pertambahan penduduk, tiba-tiba ada salah satu keluarga yang akan pindah dari dusun itu. Kadang-kadang ada salah satu kepala keluarga yang sakit lalu mati. Begitu pula apabila terjadi pengurangan jumlah kepala keluarga, selalu saja ada penggantinya untuk menjaga kutukan itu. Dusun ini seperti memiliki cara sendiri agar kutukannya tidak hilang. Warga disana tidak tinggal diam, mereka banyak melakukan upacara-upacara untuk melenyapkan kutukan itu, namun belum pernah membuahkan hasil. Peristiwa aneh ini terus terjadi.

                Namun, ada sisi baik dari kutukan itu. Warga dusun Karang Kenek mengaku hidup bahagia dengan segala kekurangan dan kelebihan yang mereka miliki. Kehidupan di desa terasa hangat karena kedekatan antar penduduk sudah terjalin dengan baik. Sebagian besar penduduk bisa menghidupi dirinya sendiri meski sederhana. Mereka menyadari ada sesuatu yang kurang, namun ada sisi lain yang dilebihkan. Meskipun dusun ini dikutuk, penduduknya masih bisa hidup bahagia.

Comments

Popular posts from this blog

Ada Apa Dengan 18 April 2020??

Jagat maya dihebohkan dengan rumornya akan ada kejadian di tanggal 18 April 2020. Yah, di tanggal itulah akan ada kerusuhan yang dibuat oleh sekelompok yang mengaku manusia dengan nama ANARKO. Itu siapanya ANARKI? dan rencana mereka itu sudah terendus oleh pihak kepolisian. Rencananya kerusuhan ini akan berlangsung di pulau Jawa. Kenapa harus di pulau Jawa sih? Kalo mau mencari yang kaya, noh di pulau Kalimantan juga pada kaya. Rumor ini tentunya membuat panik masyarakat, mau pindah pulau pun percuma. Lagi pandemik Corona gini siapa yang mau terima? dan tentu saja ujung-ujung dari rumor ini sudah bisa ditebak. Apaan coba? tebak saja Kalau sebagian dari kalian menebak rencana ini menumbuhkan opini terhadap kepercayaan masyarakat ke pemerintah pusat yang seolah tidak mampu lagi menciptakan keamanan serta menjaga stabilitas ekonomi negara ini, kalian tidak salah tetapi tidak sepenuhnya benar. Dan tentu saja ujung-ujungnya adalah demo kepada pemerintahan pusat yang sah dengan berkali-kal

Mata Uang di Dunia Gaib

  Membayar dengan daun, itulah peristiwa yang terjadi dalam perniagaan yang dilakukan oleh manusia sejak puluhan tahun silam. Daun-daun itu sebenarnya hanya potongan-potongan kertas bergambar, yang dibubuhi dengan tulisan angka-angka untuk menunjukkan nilainya. Sesungguhnya itu hanyalah tipu daya belaka. Perlahan namun pasti, nilai uang itu terkikis, semakin tidak ada harganya. Kertas-kertas itu pun akan berhamburan seperti daun-daun yang gugur dari pohon. Daun-daun terus tumbuh semakin banyak, semua pohon menumbuhkan dedaunan, kemudian daun-daun itu akan berguguran. Maka, daun-daun muda akan bermunculan, sedangkan daun-daun yang berguguran itu akan disapu lalu disingkirkan. Semakin banyak daun yang gugur, maka semakin banyak yang harus disapu. Itulah perumpanaan untuk uang kertas, semakin lama semakin tidak ada harganya. Sungguh aneh tapi nyata, tak terbayangkan, sudah banyak manusia rela mempertaruhkan nyawa, kehormatan, dan harga diri untuk memperebutkan daun-daun itu. Daun yang sat

Jual Umur

  Pesugihan Jual Umur merupakan bentuk pesugihan yang menjual umur pelakunya sendiri kepada sosok penguasa gaib. Menumbalkan umur diri sendiri untuk ditukar dengan harta kekayaan. Sesungguhnya pesugihan jual umur tidak semudah yang dibayangkan orang. Pelaku harus memantapkan hati dan pasrah kepada penguasa gaib, tanpa ragu, dan tanpa memikirkan siapapun. Pesugihan macam ini tidak berbahaya bagi orang selain pelakunya sendiri. Pesugihan ini adalah pesugihan paling mahal diantara pesugihan lainnya. Saat hendak melakukan perjanjian, si pelaku dan penguasa gaib melakukan tawar-menawar. Seringkali si pelaku didampingi oleh dukun yang berperan sebagai juru kunci. Konon katanya, pelaku pesugihan macam ini adalah orang-orang yang sedang dalam keputus-asaan. Mereka memilih cara ini untuk menyudahi hidupnya daripada melakukan bunuh diri. Menukar umur dengan harta, sedangkan orang lain berusaha dengan segala cara untuk menambah jatah hidupnya. Umur adalah harta yang paling berharga bagi m