Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2020

Dampak Tayangan Hantu di Layar Kaca

  Layar kaca sejak dahulu hingga kini menjadi hiburan yang sangat disukai. Beraneka ragam acara disajikan di layar kaca untuk menghibur penonton. Tayangan-tayangan berupa warta berita, sandiwara, lagu, cerita bersambung, lawak, dan pengetahuan menjadi acara yang paling banyak ditunggu. Tidak hanya itu, tayangan tentang hantu pun membuat orang-orang merasa penasaran. Orang-orang melihatnya sekedar ingin mengetahui jalannya cerita, iseng, atau sekedar uji nyali. Tayangan seperti ini tidak hanya menjadi hiburan semata. Banyak orang yang terpengaruh dengan isi acara di layar kaca yang tidak sepenuhnya benar. Telrbih lagi apabila acara itu menceritakan tentang keberadaan makhluk halus. Seringkali cerita-cerita yang ditayangkan itu menimbulkan prasangka di kalangan penontonnya. Dalam hal ini, banyak prasangka buruk tentang cerita hantu yang ditimbulkan oleh tayangan layar kaca dan layar lebar. Prasangka yang paling banyak timbul adalah mengira makhluk halus itu adalah sosok jahat. Dan di

Perkawinan dengan Makhluk Halus

                      Perkawinan merupakan suatu peristiwa yang suci, menyatukan dua hati yang berbeda, menyatukan dua keluarga besar. Seperti itulah pengertian tentang arti perkawinan dalam adat ketimuran, khususnya Nusantara. Perkawinan ialah membangun rumah tangga, kebahagiaan bersama, selamanya sampai swargaloka.                 Perkawinan memang seharusnya dilakukan dengan bangsa sendiri, meskipun itu berbeda suku. Namun, ada pula perkawinan yang melibatkan dua bangsa berbeda, contohnya adalah manusia yang kawin dengan makhluk halus. Sebagian besar orang akan menganggap pelakunya mengidap sebuah kelainan. Pelakunya akan menjadi pusat perhatian dan menjadi buah bibir.                 Ada tujuan lain bagi pelaku perkawinan semacam ini. Bagi manusia, dia akan mendapatkan harta kekayaan dari istrinya. Harta kekayaan ini merupakan mas kawin yang akan diterima seseorang apabila bersedia untuk menjadi suami makhluk halus yang kaya raya. Sedangkan bagi makhluk halus, dia akan mendap

Kemenyan

                   Ratusan tahun silam, kemenyan mulai dipanen dari getah damar dan gaharu. Pada masa itu, kemenyan sempat menjadi barang dagangan bernilai tinggi. Konon katanya, di Jalan Sutra harganya sempat lebih mahal dibandingkan emas dan permata. Para pedagang berusaha mendatangkannya demi memenuhi permintaan kaum bangsawan, orang-orang kaya, dan para pendeta. Di Timur Tengah digunakan untuk pengharum ruangan, sedangkan di India   dan Timur Jauh lebih banyak dipakai di kuil-kuil sebagai sarana pelengkap sembahyang.                 Selain dipakai untuk wewangian dalam upacara adat, kemenyan juga dipakai untuk kecantikan, pengobatan, bahkan untuk menenangkan jiwa. Kemenyan dibakar ketika menggelar upacara perkawinan, keagaamaan, dan selamatan. Kadang-kadang wangi kemenyan terasa menyengat, meski demikian wanginya sangat baik untuk menenangkan pikiran.                 Sebagian orang mengira, kemenyan lekat dengan tahap pemanggilan roh halus. Wanginya mengundang para makhluk ha