Skip to main content

Cara Kerja Susuk


 

Susuk dalam Bahasa Sunda dan Jawa artinya adalah masuk. Susuk berasal dari kata dari Asup dari Bahasa Sunda, sedangkan Susup berasal dari Bahasa Jawa.

Sesuatu yang dimasukkan ke dalam tubuh dan berguna bagi pemakainya. Ada banyak susuk yang terbuat dari logam dan permata. Susuk seperti ini dahulu ditanamkan ke dalam tubuh oleh dukun untuk memperkuat pancaran daya pengasihan seseorang.

                Tidak semua susuk pemikat menggunakan itu. Kekuatan baik tidak hanya terpancar dari benda-benda tertentu. Kekuatan baik dapat disarikan ke berbagai perantara. Dan barang yang dijadikan sebagai perantara bisa dimasukkan ke dalam tubuh. Contohnya dengan cara menelannya, kemudian pengguna cukup membacakan mantra untuk membuat tuahnya bekerja

                Susuk bekerja dengan cara merangsang daya yang terkandung dalam tubuh manusia. Pemakai susuk akan merasa lebih percaya diri. Tuah susuk berguna untuk menyingkirkan hawa kesialan dan membuka hawa keberuntungan. Kekuatan susuk berasal dari pancaran daya yang ada dalam raga manusia.

                Pengguna susuk tampak mempesona meskipun berparas biasa saja. Ciri itulah yang paling tampak. Orang berparas biasa saja, tidak cantik, tidak tampan, sangat mudah dicurigai sebagai pengguna susuk apabila banyak yang menyukainya. Susuk pengasihan adalah susuk yang paling banyak peminatnya.

                Biasanya para dukun menggunakan tiga macam susuk. Yaitu susuk padat yang ditanam di bawah lapisan kulit. Susuk seperti ini terbuat dari emas dan berlian. Berguna untuk pengasihan dan penglarisan. Bentuk kedua adalah susuk cair. Terbuat dari air dan ramuan-ramuan yang sudah dibacakan mantra. Susuk ini dipasang dengan cara diminum. Maka susuk Bersatu dengan tubuh. Daya yang terpancar dari susuk cair terasa hangat.

Dan susuk ketiga adalah Samber Lilin. Susuk ini berasal dari tubuh kumbang bernama Samber Lilin. Dahulu hanya dipakai untuk penglarisan saja. Kemudian dipakai juga untuk sarana pelet. Konon, orang yang memiliki Samber Lilin akan tampak lebih rupawan di mata orang lain. Malangnya, serangga ini bisa terancam punah karena diburu orang untuk sarana pengasihan.

Comments

Popular posts from this blog

Ada Apa Dengan 18 April 2020??

Jagat maya dihebohkan dengan rumornya akan ada kejadian di tanggal 18 April 2020. Yah, di tanggal itulah akan ada kerusuhan yang dibuat oleh sekelompok yang mengaku manusia dengan nama ANARKO. Itu siapanya ANARKI? dan rencana mereka itu sudah terendus oleh pihak kepolisian. Rencananya kerusuhan ini akan berlangsung di pulau Jawa. Kenapa harus di pulau Jawa sih? Kalo mau mencari yang kaya, noh di pulau Kalimantan juga pada kaya. Rumor ini tentunya membuat panik masyarakat, mau pindah pulau pun percuma. Lagi pandemik Corona gini siapa yang mau terima? dan tentu saja ujung-ujung dari rumor ini sudah bisa ditebak. Apaan coba? tebak saja Kalau sebagian dari kalian menebak rencana ini menumbuhkan opini terhadap kepercayaan masyarakat ke pemerintah pusat yang seolah tidak mampu lagi menciptakan keamanan serta menjaga stabilitas ekonomi negara ini, kalian tidak salah tetapi tidak sepenuhnya benar. Dan tentu saja ujung-ujungnya adalah demo kepada pemerintahan pusat yang sah dengan berkali-kal

Mata Uang di Dunia Gaib

  Membayar dengan daun, itulah peristiwa yang terjadi dalam perniagaan yang dilakukan oleh manusia sejak puluhan tahun silam. Daun-daun itu sebenarnya hanya potongan-potongan kertas bergambar, yang dibubuhi dengan tulisan angka-angka untuk menunjukkan nilainya. Sesungguhnya itu hanyalah tipu daya belaka. Perlahan namun pasti, nilai uang itu terkikis, semakin tidak ada harganya. Kertas-kertas itu pun akan berhamburan seperti daun-daun yang gugur dari pohon. Daun-daun terus tumbuh semakin banyak, semua pohon menumbuhkan dedaunan, kemudian daun-daun itu akan berguguran. Maka, daun-daun muda akan bermunculan, sedangkan daun-daun yang berguguran itu akan disapu lalu disingkirkan. Semakin banyak daun yang gugur, maka semakin banyak yang harus disapu. Itulah perumpanaan untuk uang kertas, semakin lama semakin tidak ada harganya. Sungguh aneh tapi nyata, tak terbayangkan, sudah banyak manusia rela mempertaruhkan nyawa, kehormatan, dan harga diri untuk memperebutkan daun-daun itu. Daun yang sat

Jual Umur

  Pesugihan Jual Umur merupakan bentuk pesugihan yang menjual umur pelakunya sendiri kepada sosok penguasa gaib. Menumbalkan umur diri sendiri untuk ditukar dengan harta kekayaan. Sesungguhnya pesugihan jual umur tidak semudah yang dibayangkan orang. Pelaku harus memantapkan hati dan pasrah kepada penguasa gaib, tanpa ragu, dan tanpa memikirkan siapapun. Pesugihan macam ini tidak berbahaya bagi orang selain pelakunya sendiri. Pesugihan ini adalah pesugihan paling mahal diantara pesugihan lainnya. Saat hendak melakukan perjanjian, si pelaku dan penguasa gaib melakukan tawar-menawar. Seringkali si pelaku didampingi oleh dukun yang berperan sebagai juru kunci. Konon katanya, pelaku pesugihan macam ini adalah orang-orang yang sedang dalam keputus-asaan. Mereka memilih cara ini untuk menyudahi hidupnya daripada melakukan bunuh diri. Menukar umur dengan harta, sedangkan orang lain berusaha dengan segala cara untuk menambah jatah hidupnya. Umur adalah harta yang paling berharga bagi m