Skip to main content

Mata Uang di Dunia Gaib

 



Membayar dengan daun, itulah peristiwa yang terjadi dalam perniagaan yang dilakukan oleh manusia sejak puluhan tahun silam. Daun-daun itu sebenarnya hanya potongan-potongan kertas bergambar, yang dibubuhi dengan tulisan angka-angka untuk menunjukkan nilainya. Sesungguhnya itu hanyalah tipu daya belaka. Perlahan namun pasti, nilai uang itu terkikis, semakin tidak ada harganya. Kertas-kertas itu pun akan berhamburan seperti daun-daun yang gugur dari pohon.

Daun-daun terus tumbuh semakin banyak, semua pohon menumbuhkan dedaunan, kemudian daun-daun itu akan berguguran. Maka, daun-daun muda akan bermunculan, sedangkan daun-daun yang berguguran itu akan disapu lalu disingkirkan. Semakin banyak daun yang gugur, maka semakin banyak yang harus disapu. Itulah perumpanaan untuk uang kertas, semakin lama semakin tidak ada harganya. Sungguh aneh tapi nyata, tak terbayangkan, sudah banyak manusia rela mempertaruhkan nyawa, kehormatan, dan harga diri untuk memperebutkan daun-daun itu.

Daun yang satu dapat ditukar dengan daun yang lain. Tetapi, nilai tukarnya sangat tidak adil, hanya merugikan negara-negara timur jauh dan menguntungkan negara-negara barat beserta pemujanya. Apapun namanya, uang kertas tidak berlaku di dunia gaib. Uang kertas sama saja dengan lembaran-lembaran daun yang gugur dari pohon. Lukisan yang menempel di permukaannya tidak memiliki nilai. Lain halnya dengan lukisan yang jumlahnya sangat terbatas.

Di dunia manusia dan dunia gaib, emas dan perak adalah uang yang sesungguhnya. Ditambah dengan tembaga, kuningan, dan logam-logam murah lain untuk membeli barang murah. Logam mulia tidak diciptakan oleh siapapun selain Sang Hyang Kersa. Uang kertas dapat dicetak sebanyak apapun, selama masih ada kertas dan tinta serta peralatan untuk mencetaknya.

Emas tetap emas, perak tetap perak, apapun nama yang disematkan di permukaannya. Di dunia gaib, tidak ada satupun warga yang membayar menggunakan daun. Keadaannya sama seperti dunia manusia dahulu kala. Kini, daun-daun itu terus bertambah banyak lalu berguguran. Karena sudah terlalu banyak, daun-daun itu tidak dibiarkan menumpuk, maka daun-daun itu akan segera dibakar. Lalu, uang hampa muncul untuk menggantikannya. Itulah perumpamaan yang terjadi saat ini.

Begitu mudahnya orang-orang menukar kehampaan dengan barang-barang yang mereka inginkan. Dengan menggesekkan selembar patra yang berasal dari dalam pundi, seseorang dapat membeli apa saja yang dia inginkan. Kelak, dia harus membayar hutang pembelian barang itu. Ada pula orang yang menggunakan selembar patra dan mengeluhkan simpanannya yang tinggal sedikit. Semakin lama menitipkan uang kertas di penampungan, maka semakin cepat dia mengalami kerugian.

Hanya logam mulia yang tetap berharga selamanya, sampai terjadi mahapralaya. Para penghuni dunia gaib hanya menukar logam dengan barang yang bisa dibeli. Tidak satupun yang bisa membayar menggunakan daun. Karena, daun-daun yang diperlakukan uang di dunia manusia sekarang ini harganya murah dan semakin murah saja. Semua orang menginginkan logam mulia, hampir tidak ada yang menolak keberadaannya.

Bahkan ada orang yang rela melakukan pesugihan hitam demi mendapatkan banyak emas. Meskipun harus mengorbankan dirinya dan orang lain. Walaupun dia harus memuaskan hasrat siluman demi uang emas. Ada pula yang meminta-minta kepada makhluk halus, dia segera mendapatkannya, kemudian emas-emas itu dihitung sebagai hutang yang harus dibayar setelah masa perjanjian gaib itu berlalu.

Demikianlah, cerita tentang mata uang di dunia gaib dan orang-orang yang memperlakukan daun seperti mata uang.

 

Comments

Popular posts from this blog

Ada Apa Dengan 18 April 2020??

Jagat maya dihebohkan dengan rumornya akan ada kejadian di tanggal 18 April 2020. Yah, di tanggal itulah akan ada kerusuhan yang dibuat oleh sekelompok yang mengaku manusia dengan nama ANARKO. Itu siapanya ANARKI? dan rencana mereka itu sudah terendus oleh pihak kepolisian. Rencananya kerusuhan ini akan berlangsung di pulau Jawa. Kenapa harus di pulau Jawa sih? Kalo mau mencari yang kaya, noh di pulau Kalimantan juga pada kaya. Rumor ini tentunya membuat panik masyarakat, mau pindah pulau pun percuma. Lagi pandemik Corona gini siapa yang mau terima? dan tentu saja ujung-ujung dari rumor ini sudah bisa ditebak. Apaan coba? tebak saja Kalau sebagian dari kalian menebak rencana ini menumbuhkan opini terhadap kepercayaan masyarakat ke pemerintah pusat yang seolah tidak mampu lagi menciptakan keamanan serta menjaga stabilitas ekonomi negara ini, kalian tidak salah tetapi tidak sepenuhnya benar. Dan tentu saja ujung-ujungnya adalah demo kepada pemerintahan pusat yang sah dengan berkali-kal

Jual Umur

  Pesugihan Jual Umur merupakan bentuk pesugihan yang menjual umur pelakunya sendiri kepada sosok penguasa gaib. Menumbalkan umur diri sendiri untuk ditukar dengan harta kekayaan. Sesungguhnya pesugihan jual umur tidak semudah yang dibayangkan orang. Pelaku harus memantapkan hati dan pasrah kepada penguasa gaib, tanpa ragu, dan tanpa memikirkan siapapun. Pesugihan macam ini tidak berbahaya bagi orang selain pelakunya sendiri. Pesugihan ini adalah pesugihan paling mahal diantara pesugihan lainnya. Saat hendak melakukan perjanjian, si pelaku dan penguasa gaib melakukan tawar-menawar. Seringkali si pelaku didampingi oleh dukun yang berperan sebagai juru kunci. Konon katanya, pelaku pesugihan macam ini adalah orang-orang yang sedang dalam keputus-asaan. Mereka memilih cara ini untuk menyudahi hidupnya daripada melakukan bunuh diri. Menukar umur dengan harta, sedangkan orang lain berusaha dengan segala cara untuk menambah jatah hidupnya. Umur adalah harta yang paling berharga bagi m