Skip to main content

Tuah dan Tulah

 Tuah dan Tulah

 

Tuah dan tulah sudah menjadi bagian penting dalam kebudayaan Nusantara. Istilah tuah dan tulah merujuk pada sesuatu yang saling bertentangan. Hal-hal ssemacam ini sering berkaitan dengan sesuatu yang niskala. Dampaknya dirasakan oleh seseorang yang mengalaminya serta orang-orang yang berada di sekelilingnya.

Tuah berarti kegunaan, maksudnya sesuatu yang menguntungkan. Seseorang mendapat keuntungan dari perbuatan baik yang pernah dilakukan di masa lampau. Diumpamakan seperti merawat pohon, ketika pohon itu tumbuh semakin tinggi, dia akan berbunga, kemudian dia akan berbuah. Maka perbuatan itu akan memberikan keuntungan bagi pelakunya. Pelakunya memperoleh tuah yang dihasilkan oleh perbuatannya di masa lampau. Lingkungan yang dia huni dan penduduknya ikut mendapatkan keuntungan.

Sebaliknya, tulah berarti petaka, maksudnya sesuatu yang merugikan. Seseorang akan mendapat kerugian dari perbuatan buruk yang pernah dilakukan di masa lampau. Umpamanya seperti menghanyutkan sampah ke sungai. Ketika arusnya terhambat, air bah akan datang, menghanyutkan lingkungan sekitarnya. Orang-orang yang tidak berdosa akan mendapat getahnya. Maka pelakunya akan terkena tulah. Hidupnya tidak tenang, matinya pun tidak tenang apabila dia tidak menebus dosa semasa hidup.

Dalam kehidupan sehari-hari, sadar atau tidak, kita selalu mengalami hal-hal yang tidak terduga. Boleh jadi itu adalah hasil perbuatan di masa lampau. Bertahun-tahun silam pernah menolong orang, maka akan ada pertolongan dari seseorang, entah siapa itu. Namun itu sudah menjadi suratan takdir. Dan sebaliknya, apabila dahulu sering mencelakai orang, maka akan mengalami malapetaka. Boleh jadi korban sempat melontarkan sumpah serapah.

Kepercayaan mengenai tuah dan tulah tidak jauh berbeda dengan keberadaan karma. Kepercayaan adanya karma sudah mengakar kuat dalam kebudayaan timur jauh, termasuk di Nusantara. Namun, Nusantara sebenarnya memiliki istilah sendiri yang dapat disamakan dengan karma, yaitu tuah dan tulah.

Sedangkan istilah karma, berasal dari bahasa Sanskerta, artinya tabur tuai. Siapa yang menabur benih, dia akan mendapatkan hasilnya. Benih kebaikan akan mendatangkan lebih banyak kebaikan, sedangkan benih keburukan akan mendatangkan malapetaka.
 

Comments

Popular posts from this blog

Ada Apa Dengan 18 April 2020??

Jagat maya dihebohkan dengan rumornya akan ada kejadian di tanggal 18 April 2020. Yah, di tanggal itulah akan ada kerusuhan yang dibuat oleh sekelompok yang mengaku manusia dengan nama ANARKO. Itu siapanya ANARKI? dan rencana mereka itu sudah terendus oleh pihak kepolisian. Rencananya kerusuhan ini akan berlangsung di pulau Jawa. Kenapa harus di pulau Jawa sih? Kalo mau mencari yang kaya, noh di pulau Kalimantan juga pada kaya. Rumor ini tentunya membuat panik masyarakat, mau pindah pulau pun percuma. Lagi pandemik Corona gini siapa yang mau terima? dan tentu saja ujung-ujung dari rumor ini sudah bisa ditebak. Apaan coba? tebak saja Kalau sebagian dari kalian menebak rencana ini menumbuhkan opini terhadap kepercayaan masyarakat ke pemerintah pusat yang seolah tidak mampu lagi menciptakan keamanan serta menjaga stabilitas ekonomi negara ini, kalian tidak salah tetapi tidak sepenuhnya benar. Dan tentu saja ujung-ujungnya adalah demo kepada pemerintahan pusat yang sah dengan berkali-kal

Jual Umur

  Pesugihan Jual Umur merupakan bentuk pesugihan yang menjual umur pelakunya sendiri kepada sosok penguasa gaib. Menumbalkan umur diri sendiri untuk ditukar dengan harta kekayaan. Sesungguhnya pesugihan jual umur tidak semudah yang dibayangkan orang. Pelaku harus memantapkan hati dan pasrah kepada penguasa gaib, tanpa ragu, dan tanpa memikirkan siapapun. Pesugihan macam ini tidak berbahaya bagi orang selain pelakunya sendiri. Pesugihan ini adalah pesugihan paling mahal diantara pesugihan lainnya. Saat hendak melakukan perjanjian, si pelaku dan penguasa gaib melakukan tawar-menawar. Seringkali si pelaku didampingi oleh dukun yang berperan sebagai juru kunci. Konon katanya, pelaku pesugihan macam ini adalah orang-orang yang sedang dalam keputus-asaan. Mereka memilih cara ini untuk menyudahi hidupnya daripada melakukan bunuh diri. Menukar umur dengan harta, sedangkan orang lain berusaha dengan segala cara untuk menambah jatah hidupnya. Umur adalah harta yang paling berharga bagi m

Mata Uang di Dunia Gaib

  Membayar dengan daun, itulah peristiwa yang terjadi dalam perniagaan yang dilakukan oleh manusia sejak puluhan tahun silam. Daun-daun itu sebenarnya hanya potongan-potongan kertas bergambar, yang dibubuhi dengan tulisan angka-angka untuk menunjukkan nilainya. Sesungguhnya itu hanyalah tipu daya belaka. Perlahan namun pasti, nilai uang itu terkikis, semakin tidak ada harganya. Kertas-kertas itu pun akan berhamburan seperti daun-daun yang gugur dari pohon. Daun-daun terus tumbuh semakin banyak, semua pohon menumbuhkan dedaunan, kemudian daun-daun itu akan berguguran. Maka, daun-daun muda akan bermunculan, sedangkan daun-daun yang berguguran itu akan disapu lalu disingkirkan. Semakin banyak daun yang gugur, maka semakin banyak yang harus disapu. Itulah perumpanaan untuk uang kertas, semakin lama semakin tidak ada harganya. Sungguh aneh tapi nyata, tak terbayangkan, sudah banyak manusia rela mempertaruhkan nyawa, kehormatan, dan harga diri untuk memperebutkan daun-daun itu. Daun yang sat