Skip to main content

Jual Musuh


Kebencian melahirkan permusuhan, kemudian menimbulkan dendam. Maka, ada keinginan untuk menyingkirkan musuh-musuh. Hidup tidak tenang ketika ada musuh yang mengganggu, mati pun tidak tenang apabila masih ada dendam yang tak terbalaskan. Segala cara dilakukan untuk melampiaskan dendam itu.

Di jagad seberang, ada makhluk halus yang bserdia untuk menukar uang dengan musuh seseorang. Maka, muncullah sesuatu yang disebut pesugihan jual musuh. Biasanya, makhluk halus yang kaya raya menyediakan sejumlah uang untuk membeli budak. Uang itu ditawarkan kepada siapa saja yang melakukan perdagangan manusia.

Di dunia manusia, perbudakan sudah dapat dikatakan punah. Perbudakan tetap ada, meskipun sangat jarang terjadi. Tidak seperti di dunia makhluk halus tertentu yang masih ada perdagangan budak. Mereka mempekerjakan budak-budak untuk pekerjaan kasar atau sekedar dijadikan pelayan. Selain itu, makhluk yang membeli musuh bisa menjual kembali musuh seseorang untuk mendapatkan keuntungan.

Jual musuh tampak lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan santet. Alasannya, si pelaku mendapatkan uang banyak dari hasil menjual musuh. Tidak seperti santet, yang mengharuskan si pelaku membujuk seorang dukun dengan sejumlah uang agar mau melayani keinginannya. Dalam pesugihan jual musuh, pelaku akan mendapatkan uang setelah musuhnya diculik ke dunia gaib. Sedangkan santet, pelaku harus mengeluarkan uang agar musuhnya mati.

Perbuatan ini merupakan salah satu cara untuk melampiaskan dendam. Pelaku akan mendapatkan kepuasan ketika musuhnya menderita, sekaligus mendapatkan sejumlah uang sebagai tambahannya. Ada harga yang berbeda-beda untuk setiap musuh yang ditumbalkan. Si pelaku harus datang ke suatu tempat untuk melakukan penawaran.

Hal ini tidak jauh berbeda dengan jual beli di pasar budak. Hanya saja, tata caranya yang tidak sama. Si pelaku hanya memberitahukan ciri-ciri calon tumbal kepada calon pembeli. Sesuai tata cara yang ditentukan, biasanya membutuhkan lukisan calon korban. Maka, setelah perjanjian disetujui, si pelaku akan mendapatkan uangnya, dan korban akan segera diculik ke dunia gaib. 

Comments

Popular posts from this blog

Ada Apa Dengan 18 April 2020??

Jagat maya dihebohkan dengan rumornya akan ada kejadian di tanggal 18 April 2020. Yah, di tanggal itulah akan ada kerusuhan yang dibuat oleh sekelompok yang mengaku manusia dengan nama ANARKO. Itu siapanya ANARKI? dan rencana mereka itu sudah terendus oleh pihak kepolisian. Rencananya kerusuhan ini akan berlangsung di pulau Jawa. Kenapa harus di pulau Jawa sih? Kalo mau mencari yang kaya, noh di pulau Kalimantan juga pada kaya. Rumor ini tentunya membuat panik masyarakat, mau pindah pulau pun percuma. Lagi pandemik Corona gini siapa yang mau terima? dan tentu saja ujung-ujung dari rumor ini sudah bisa ditebak. Apaan coba? tebak saja Kalau sebagian dari kalian menebak rencana ini menumbuhkan opini terhadap kepercayaan masyarakat ke pemerintah pusat yang seolah tidak mampu lagi menciptakan keamanan serta menjaga stabilitas ekonomi negara ini, kalian tidak salah tetapi tidak sepenuhnya benar. Dan tentu saja ujung-ujungnya adalah demo kepada pemerintahan pusat yang sah dengan berkali-kal

Mata Uang di Dunia Gaib

  Membayar dengan daun, itulah peristiwa yang terjadi dalam perniagaan yang dilakukan oleh manusia sejak puluhan tahun silam. Daun-daun itu sebenarnya hanya potongan-potongan kertas bergambar, yang dibubuhi dengan tulisan angka-angka untuk menunjukkan nilainya. Sesungguhnya itu hanyalah tipu daya belaka. Perlahan namun pasti, nilai uang itu terkikis, semakin tidak ada harganya. Kertas-kertas itu pun akan berhamburan seperti daun-daun yang gugur dari pohon. Daun-daun terus tumbuh semakin banyak, semua pohon menumbuhkan dedaunan, kemudian daun-daun itu akan berguguran. Maka, daun-daun muda akan bermunculan, sedangkan daun-daun yang berguguran itu akan disapu lalu disingkirkan. Semakin banyak daun yang gugur, maka semakin banyak yang harus disapu. Itulah perumpanaan untuk uang kertas, semakin lama semakin tidak ada harganya. Sungguh aneh tapi nyata, tak terbayangkan, sudah banyak manusia rela mempertaruhkan nyawa, kehormatan, dan harga diri untuk memperebutkan daun-daun itu. Daun yang sat

Jual Umur

  Pesugihan Jual Umur merupakan bentuk pesugihan yang menjual umur pelakunya sendiri kepada sosok penguasa gaib. Menumbalkan umur diri sendiri untuk ditukar dengan harta kekayaan. Sesungguhnya pesugihan jual umur tidak semudah yang dibayangkan orang. Pelaku harus memantapkan hati dan pasrah kepada penguasa gaib, tanpa ragu, dan tanpa memikirkan siapapun. Pesugihan macam ini tidak berbahaya bagi orang selain pelakunya sendiri. Pesugihan ini adalah pesugihan paling mahal diantara pesugihan lainnya. Saat hendak melakukan perjanjian, si pelaku dan penguasa gaib melakukan tawar-menawar. Seringkali si pelaku didampingi oleh dukun yang berperan sebagai juru kunci. Konon katanya, pelaku pesugihan macam ini adalah orang-orang yang sedang dalam keputus-asaan. Mereka memilih cara ini untuk menyudahi hidupnya daripada melakukan bunuh diri. Menukar umur dengan harta, sedangkan orang lain berusaha dengan segala cara untuk menambah jatah hidupnya. Umur adalah harta yang paling berharga bagi m